Model Dakwah yang dapat menimbulkan Kejenuhan
“
Takhrij Hadist Muslim Nomer 5047
Dakwah merupakan ajakan atau seruan yang berupa perkataan atau tindakan. Dakwah merupakan usaha kaum muslimin di dalam menegakkan dan menyebar luaskan agama Islam. Agama Islam tumbuh berkembang di suatu tempat bukan karena faktor keturunan, namun adanya usaha dari seorang da’i yang selalu mengajak di dalam melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Agama Islam disebarkan dengan cara halus, damai, dan jauh akan hal-hal yang memaksa.
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Agama Islam di Indonesia dibawakan oleh para tokoh-tokoh besar, seperti Sunan Drajat, Sunan Muria, dan lain sebagainya. Proses dakwah yang mereka sebarkan dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT. Para da’i menggunakan metode dakwah bermacam-macam untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dan menegakkan kebenaran. Ada beberapa bentuk retorika dakwah yang dilakukan oleh para pendakwah, di antaranya yakni berpidato di depan khalayak umum, berdebat di suatu forum, berkhutbah, dan lain sebagainya.
Retorika dakwah yang digunakan difungsikan untuk membantu seorang pendakwah di dalam meyakinkan atau menjawab keraguan yang ada pada suatu kaum. Dakwah yang disampaikan tidak melulu soal hal yang sama, terkadang juga berdakwah dengan memanfaatkan keadaan, seperti halnya jika suatu wilayah penduduk terkena longsor, lalu seorang pendakwah datang membantu dan menyarankan kepada penduduk agar beribadah dan meminta kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah.
Pemilihan gaya bahasa di dalam dakwah ditujukan agar dakwah yang disampaikan terdengar menarik dan unik, sehingga tidak ada rasa jenuh yang dirasakan oleh para mad’u di saat pendakwah menyampaikan. Terdapat beberapa hadist yang menjelaskan terkait anjuran untuk menghindari dakwah menimbulkan kejenuhan, Shahih Muslim nomer 5047, Shahih Bukhori nomer 66, Sunan Tirmidzi nomer 2782.
Shahih Muslim nomer 5047
صحيح مسلم ٥٠٤٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ
كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ بَابِ عَبْدِ اللَّهِ نَنْتَظِرُهُ فَمَرَّ بِنَا يَزِيدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ النَّخَعِيُّ فَقُلْنَا أَعْلِمْهُ بِمَكَانِنَا فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ خَرَجَ عَلَيْنَا عَبْدُ اللَّهِ فَقَالَ إِنِّي أُخْبَرُ بِمَكَانِكُمْ فَمَا يَمْنَعُنِي أَنْ أَخْرُجَ إِلَيْكُمْ إِلَّا كَرَاهِيَةُ أَنْ أُمِلَّكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ مَخَافَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ ح و حَدَّثَنَا مِنْجَابُ بْنُ الْحَارِثِ التَّمِيمِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ مُسْهِرٍ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَزَادَ مِنْجَابٌ فِي رِوَايَتِهِ عَنْ ابْنِ مُسْهِرٍ قَالَ الْأَعْمَشُ وَحَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مِثْلَهُ
Shahih Muslim 5047: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dan Abu Mu'awiyah. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan teks hadits miliknya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Syaqiq berkata: Kami duduk di dekat pintu Abdullah seraya menantinya, lalu Yazid bin Mu'awiyah An Nakha'i melewati kami, kami berkata padanya: Beritahukan keberadaan kami padanya. Ia masuk, tidak lama kemudian Abdullah keluar lalu berkata: Aku telah diberitahu keberadaan kalian dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian kecuali karena aku tidak ingin membuat kalian jemu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam mengatur (penyampaian) nasehat bagi kami dalam beberapa hari karena khawatir kami jemu. Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al Asyuj telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris. Telah menceritakan kepada kami Minjab bin Al Harits At Taimi telah menceritakan kepada kami ibnu Mushir. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Ali bin Khaysram keduanya berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Isa bin Yunus. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan, semuanya dari Al A'masy dengan sanad ini dengan matan serupa. Minjab menambahkan dalam riwayatnya: Dari Ibnu Mushir. Al A'masy berkata: Telah menceritakan kepadaku Amru bin Murrah dari Syaqiq dari Abdullah sepertinya.
Nama
Kunyah
Laqab
Nasab
Kalangan
Negeri hidup
Negeri wafat
Tahun Wafat
Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib
Abu ‘Abdur Rahman
Ibnu Ummi ‘Abd
Al Hadzliy Al Madaniy
Shahabat
Kufah
Madinah
32 H
Syaqiq bin Salamah
Abu Wa’il
Al Asadiy
Tabi’in kalangan tua
Kufah
82 H
Sulaiman bin Mihran
Abu Muhammad
Al A’masy
Al Asadiy Al Kahiliy
Tabi’in kalangan biasa
Kufah
147 H
Waki’ bin Al Jarrah bin Malih
Abu Sufyan
Ar Ru’asiy
Tabi’in kalangan biasa
Kufah
Ainul Wardah
196 H
Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman
Abu Bakar
Al ‘Absiy
Tabi’ul Atba’ kalangan tua
Kufah
235 H
Shahih Bukhari nomer 66
صحيح البخاري ٦٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ كَرَاهَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا
Shahih Bukhari 66: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata: telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Wa'il dari Ibnu Mas'ud berkata: bahwa, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu memilah-milah hari yang tepat bagi kami untuk memberikan nasehat, karena khawatir rasa bosan akan menghinggapi kami.
Nama
Kunyah
Laqab
Nasab
Kalangan
Negeri hidup
Negeri wafat
Tahun Wafat
Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib
Abu ‘Abdur Rahman
Ibnu Ummi ‘Abd
Al Hadzliy Al Madaniy
Shahabat
Kufah
Madinah
32 H
Syaqiq bin Salamah
Abu Wa’il
Al Asadiy
Tabi’in kalangan tua
Kufah
82 H
Sulaiman bin Mihran
Abu Muhammad
Al A’masy
Al Asadiy Al Kahiliy
Tabi’in kalangan biasa
Kufah
147 H
Sufyan bin Sa’id bin Masruq
Abu ‘Abdullah
Ats Tsauriy
Tabi’ut Tabi’in kalangan tua
Kufah
Bashrah
161 H
Muhammad bin Yusuf bin Waqid bin ‘Utsman
Abu ‘Abdullah
Adl Dlabbiy Al Firyabi
Tabi’in kalangan biasa
Syam
212 H
Sunan Tirmidzi nomer 2782
سنن الترمذي ٢٧٨٢: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ مَخَافَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ حَدَّثَنِي شَقِيقُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ نَحْوَهُ
Sunan Tirmidzi 2782: Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Wa`il dari Abdullah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi kami nasehat pada hari-hari (tertentu) karena khawatir kami jemu." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy telah menceritakan kepadaku Syaqiq bin Salamah dari Abdullah bin Mas'ud seperti hadits di atas.
Nama
Kunyah
Laqab
Nasab
Kalangan
Negeri hidup
Negeri wafat
Tahun Wafat
Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib
Abu ‘Abdur Rahman
Ibnu Ummi ‘Abd
Al Hadzliy Al Madaniy
Shahabat
Kufah
Madinah
32 H
Syaqiq bin Salamah
Abu Wa’il
Al Asadiy
Tabi’in kalangan tua
Kufah
82 H
Sulaiman bin Mihran
Abu Muhammad
Al A’masy
Al Asadiy Al Kahiliy
Tabi’in kalangan biasa
Kufah
147 H
Sufyan bin Sa’id bin Masruq
Abu ‘Abdullah
Ats Tsauriy
Tabi’ut Tabi’in kalangan tua
Kufah
Bashrah
161 H
Muhammad bin ‘Abdullah bin Az Zubair bin ‘Umar bin Dirham
Abu Ahmad
Az Zubairiy Al Asadiy
Tabi’in kalangan biasa
Kufah
Ahwaz
203 H
Mahmud bin Ghailan
Abu Ahmad
Al ‘Adawiy Al Marwaziy
Tabi’in kalangan pertengahan
Baghdad
Kufur Jadiya
239 H
Komentar ulama terkait para perawi di atas kebanyakan menilaikan sebagai seorang tsiqah, dan hadist yang diriwayatkan terjadi secara berurutan (tidak ada kecacatan di dalam periwayatannya), sehingga dapat disimpulkan bahwa hadist yang membahas mengenai berdakwah dengan menghindari kejenuhan merupakan hadist yang shahih.
”
Komentar
Posting Komentar