Takhrij Hadis Tentang Orang Yang Mengajak Kebaikan, Akan Mendapat Pahala Dari Allah Riwayat Imam Muslim
Teks hadis dan terjemahan Muslim no 3509:
صحيح مسلم ٣٥٠٩: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي كُرَيْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي فَقَالَ مَا عِنْدِي فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ح و حَدَّثَنِي بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَ
Artinya
Shahih Muslim 3509: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib dan Ibnu Abu Umar dan ini adalah lafadz Abu Kuraib, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu 'Amru As Syaibani dari Abu Mas'ud Al Anshari dia berkat
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Wahai Rasulullah, jalan kami telah terputus karena hewan tunggangan ku telah mati, oleh karena itu bawalah saya dengan hewan tunggangan yang lain." Maka beliau bersabda: "Saya tidak memiliki (hewan tunggangan yang lain)." Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkata: "Wahai Rasulullah, saya dapat menunjukkan seseorang yang dapat membawanya (memperoleh penggantinya)." Maka beliau bersabda: "Barangsiapa dapat menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya
Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Bisyr bin Khalid telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan semuanya dari Al A'masy dengan sanad ini
Hadis dan terjemahan Abu Daud 446
سنن أبي داوود ٤٤٦٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي قَالَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكَ عَلَيْهِ وَلَكِنْ ائْتِ فُلَانًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَحْمِلَكَ فَأَتَاهُ فَحَمَلَهُ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِ
Artiny
Sunan Abu Daud 4464: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata: telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Amru Asy Syaibani dari Abu Mas'ud Al Anshari ia berkat
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku telah ditelantarkan, maka bawalah aku." Beliau menjawab: "Aku tidak mendapati kendaraan yang dapat membawamu, silahkah kamu temui si fulan, semoga ia bisa membawamu." Laki-laki itu lalu mendatanginya dan ia pun dibawa. Laki-laki itu kemudian mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan hal itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya
Hadis dan terjemahan Musnad Ahmad 2131
مسند أحمد ٢١٣١٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ أَنَّهُ قَالَ
أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ مَا عِنْدِي مَا أُعْطِيكَ وَلَكِنْ ائْتِ فُلَانًا فَأَتَى الرَّجُلَ فَأَعْطَاهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ أَوْ عَامِلِ
Artiny
Musnad Ahmad 21319: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Sulaiman dari Abu 'Amr Asy Syaibani dari Abu Mas'ud bahwa ia berkata: Seseorang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu meminta beliau, beliau bersabda: "Aku tidak punya sesuatu yang bisa kuberikan padamu, tolong datangilah si fulan saja." Orang itu mendatangi si fulan lalu diberi, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menunjukkan pada kebaikan maka ia mendapatkan seperti pahala pelakunya atau orang yang mengerjakannya
Dari ketiga hadis yang dikutip di atas, hadis tersebut diriwayatkan oleh ketiga mukharrij yakni Imam Muslim, Abu Daud dan juga Musnad Ahmad yang di mana ketiga tokoh tersebut sama-sama merupakan tokoh terkenal dalam perawi hadis yang sudah meriwayatkan ribuan hadits. Isi kandungan dalam hadis Imam Muslim yakni pertama keutamaan menyeru dan berdakwah di jalan Allah, dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat. Selanjutnya keutamaan orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya
Ketiga yakni keutamaan melakukan amal yang bisa dirasakan oleh orang lain, lebih besar manfaatnya, dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri. Keempat yakni Cakupan hadits ini juga meliputi orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan tulisan, video, buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladani
Sedangkan hadis riwayat Abu Daud No 4464 dengan jalur periwayatan dari Muhammad bin Katsir- Sufyan bin Sa’id bin Masruq- Sulaiman bin Mihran- Sa’ad bin Ilyas- Uqbah bin ‘Amru bin Tsa’labah- Rasulullah SAW. Perawi Muhammad bin Katsir kunyahnya adalah Abu ‘Abdullah. Nasabnya dari Al ‘abdiy, dan termasuk Tabi’il Atba’ kalangan tua. Hidupnya di Negeri Bashrah dan wafat pada tahun 223 H. Komentar beberapa ulama tentang perawi ini ada yang menyebutkan bahwa beliau adalah perawi yang tsiqah. Tetapi, Yahya bin Ma’in menyampaikan bahwa perawi ini tidak dijadikan dengan tsiqah, dan Abu Hatim juga berpendapat bahwa perawi ini shaduuq. Kemudian perawi yang selanjutnya Sufyan bin Sa’id bin Masruq, kunyahnya adalah Abu ‘Abdullah. Nasabnya dari Ats Tsauriy, dan termasuk Tabi’ut Tabi’in kalangan tua. Hidupnya di negeri Kufah dan wafat di tahun 161 H. Komentar beberapa ulama menyebutkan bahwa perawi ini tsiqah, bahkan sampai huffadz mutqin, imam, abid dan lainnya. Untuk perawi selanjutnya memiliki persamaan dengan hadist riwayat Shahih Muslim no. 3509, yaitu pada perawi Sulaiman bin Mihran
Ditinjau dari segi sanadnya: Hadist ini belum bisa dikatakan sampai derajat shahih, karena pada salah satu perawinya yaitu Muhammad bin Katsir masih dijumpai kekurangan. Sedangkan dari matannya: Terdapat beberapa perbedaan yang diantaranya Pekataaan laki-laki yang datang kepada Rasulullah seraya berkata "Wahai Rasulullah, aku telah ditelantarkan, maka bawalah aku." Rasulullah menjawab: "Aku tidak mendapati kendaraan yang dapat membawamu, silahkah kamu temui si fulan, semoga ia bisa membawamu." Laki-laki itu lalu mendatanginya dan ia pun dibawa. Sedangkan dalam riwayat Shahih Muslim no. 3509 seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah berkata: "Wahai Rasulullah, jalan kami telah terputus karena hewan tunggangan ku telah mati, oleh karena itu bawalah saya dengan hewan tunggangan yang lain." Maka beliau bersabda: "Saya tidak memiliki (hewan tunggangan yang lain)." Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkata: "Wahai Rasulullah, saya dapat menunjukkan seseorang yang dapat membawanya (memperoleh penggantinya)
Selanjutnya hadis riwayat Musnad Ahmad No 21319 yang dimana hadis Hadist ini ditulis oleh Imam Ahmad dengan jalur sanad dari Muhammad bin Ja’far- Syu’bah bin Al Hajjaj bin Warad- Sulaiman bin Mahram- Ishaq bin Mirar- Uqbah bin ‘Amru bin Tsa’labah- Rasulullah SAW. Perawi Muhammad bin Ja’far, kunyahnya adalah Abu ‘Abdullah serta laqobnya Ghundar. Nasabnya berasal dari Al Hudzaliy, dan termasuk Tabi’ut Tabi’in kalangan biasa. Hidupnya di Negeri Bashrah dan wafat di tahun 193 H. Komentar kebanyakan ulama menyebutkan bahwa beliau adalah perawi yang tsiqah, namun Abu Fath Al Azdy menyebutkan perawi yang shaduuq. Kemudian Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Wadad, kunyahnya adalah Abu Bistham. Nasabnya berasal dari Al Azdiy Al Wasithiy, dan termasuk Tabi’ut Tabi’in kalangan tua. Hidup beliau di Negeri Bashrah dan wafat di tahun 160 H. Sebagian banyak ulama mengomentari bahwa perawi ini merupakan perawi yang tsiqah, bahkan sampai hafizh, hujjah dan juga pemimpin mukmin di dalam hadist. Untuk perawi selanjutnya memiliki kesamaan dengan riwayat Shahih Muslim no. 3509 yaitu perawi Sulaiman bin Mihran. Kemudian Ishaq bin Mirar, kunyahnya adalah Abu ‘Amru. Beliau bernasab dari Asy Syaibaniy Al Kufiy, dan termasuk Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan. Beliau hidup di Baghdad dan wafat di tahun 210 H. Komentar ulama mengenai perawi ini diantaranya, Adz Dzahabi berpendapat bahwa perawi ini shaduuq. Untuk perawi selanjutnya juga terdapat kesamaan dengan hadist sebelumnya yaitu Uqbah bin ‘Amru bin Tsa’labah. Ditinjau dari jalur sanadnya: Hadits ini masih memiliki perawi yang kurang tsiqah seperti Sulaiman bin Mihran dan Ishaq bin Mirar. Jadi dapat disimpulkan secara jalur sanad hadits ini belum sampai derajat shahih. Sedangkan dari matannya: Terdapat perbedaan ungkapan dialognya yaitu ketika seorang mendatangi Nabi SAW lalu meminta beliau. Rasulullah bersabda "Aku tidak punya sesuatu yang bisa aku berikan padamu, tolong datangilah si fulan saja." Orang itu mendatangi si fulan lalu diberi
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasanya hadis riwayat Imam Muslim No 3509 tentang orang yang mengajak kebaikan, akan mendapatkan pahala dari Allah dapat dikatakan hadis yang shahih karena telah memenuhi kriteria kaidah keshahihan Hadits baik secara sanad maupun matan.
Komentar
Posting Komentar