Paradigma perilaku sosial

   


 Teks Hadits dan Terjemahan


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ


ذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ وَأَمْسَكَ إِنْسَانٌ بِخِطَامِهِ أَوْ بِزِمَامِهِ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ بِذِي الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مِنْ



Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ibnu Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمduduk di atas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata,"Hari apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah hari ini hari nahar?" Kami menjawab, "Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمkembali bertanya, "Bulan apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah ini bulan Zulhijah?" Kami menjawab,"Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir semoga dapat menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya



B.     Profil perawi hadit

1)      Musadda

Dalam kitab Siyar Alam An Nubala, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa beliau memiliki nama lengkap al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Abu Hasan Musaddad bin Musarhad bin Musarbal al Asadi al Bashri. Beliau lahir pada tahun 150 H


Beliau dikenal sebagai salah satu Imam Muhaditsin yang terkenal akan kecerdasan dan kewara’annya dari Bashrah pasca wafatnya Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), Imam Sufyan Ats Tsauri (w. 161 H) dan Imam Yahya bin Sa’id (w.198 H). Karena kecerdasan dan kewara’annya, maka tidak heran jika terlahir murid-murid hebat dari didikannya seperti Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Abu Dawud (w. 275 


Beliau berguru kepada Imam-imam Muhadits terkenal, seperti Abu ‘Awanah, Abu al-Ahwas, Yazid bin Zurai’, Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Fudail bin ‘Iyadh, Waki’ bin Jarrah, dan masih banyak lagi guru Imam Musaddad yang lainnya. Sedangkan di sisi para muridnya, terdapat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Muhammad bin Yahya, Abu Hatim, Abu Zura’ah, Abu Ishaq alJurjani, Ismail al-Qodhi, dan masih banyak murid-murid yang meriwayatkan hadis dari Imam Musadda



2)      Bisyi

Bisyr bin al-Harits (bahasa Arab: الحارث بن بشر (dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Bagdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal dikota Bagdad tahun 227 H/841 M. Bisyr lahir di Merv dan menetap di Baghdad



3)      Ibnu Siri

Abu bakar: Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (bahasa Arab: بن محمد أبوبكرالبصري سيرين ,lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) atau disingkat Ibnu Sirin, adalah salah seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi'in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi, serta atas kesalehannya. Ayahnya bernama Sirin, seorang pembuat periuk tembaga, yang tertawan oleh Khalid bin Walid dalam ekspedisinya di Ain at-Tamar. Sirin lalu menjadi budak dari Anas bin Malik, tetapi ia membuat perjanjian untuk memerdekakan dirinya sendiri dengan tebusan uang.Setelah itu, Sirin menikahi Shafiyah, budak perempuan Abubakar ash-Siddiq.Turut hadir dalam pernikahan tersebut tiga orang isteri Nabi Muhammad serta delapan belas orang Sahabat Nabi yang pernah mengikuti Pertempuran Badar,yang mana Ubay bin Ka’ab memimpin doa pernikahannya


Ibnu Sirin mempelajari ilmu agama serta meriwayatkan hadis antara lain dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik.Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di’amah, Khalid al-Hadda, Ayyub alSakhtiyani, dan lain-lain.Ibnu Sirin dilahirkan dua tahun sebelum pemerintahan Utsman bin Affan berakhir. Anas bin Malik pada saat berada di Persia menjadikan Ibnu Sirin sebagai sekretarisny



4)      Abu Bakra

Abu Bakrah ats-Tsaqafi lebih dikenal sebagai Nufai bin al-Harits adalah saudara tiri Nafi bin al-Harits.Ia dikenal karena perselisihannya dengan Al-Mughirah bin Syu’bah,jenderal Islam lainnya selama ekspedisi militer



C.    Hadits yang serup

1)      Bukhori 10



حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَ


ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ ذَلِكَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah Nabi ﷺ menyebutkan, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata, menurutku beliau mengatakan, "Dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah ﷺ seperti apa yang disabdakannya, 'Bukankah aku telah menyampaikannya?' beliau ulangi hingga dua kal



2)      Bukhori 162

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَ


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Ghozwan, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan khotbah pada hari Nahar, beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab, "Hari ini hari haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini negeri (tanah) haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini bulan haram (suci)." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini." Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan? Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat beliau untuk umatnya. (Sabda beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)



D.    Kesimpula

Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam kitab shahih Bukhori nomer 65 dapat dikatakan shahih karena sudah memenuhi kualitas sanad serta adanya hadis penguat yantg lain. 


 Teks Hadits dan Terjemahn


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ


ذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ وَأَمْسَكَ إِنْسَانٌ بِخِطَامِهِ أَوْ بِزِمَامِهِ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ بِذِي الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مِنْ



Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ibnu Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمduduk di atas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata,"Hari apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah hari ini hari nahar?" Kami menjawab, "Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمkembali bertanya, "Bulan apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah ini bulan Zulhijah?" Kami menjawab,"Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir semoga dapat menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya



B.     Profil perawi hadit

1)      Musadda

Dalam kitab Siyar Alam An Nubala, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa beliau memiliki nama lengkap al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Abu Hasan Musaddad bin Musarhad bin Musarbal al Asadi al Bashri. Beliau lahir pada tahun 150 H


Beliau dikenal sebagai salah satu Imam Muhaditsin yang terkenal akan kecerdasan dan kewara’annya dari Bashrah pasca wafatnya Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), Imam Sufyan Ats Tsauri (w. 161 H) dan Imam Yahya bin Sa’id (w.198 H). Karena kecerdasan dan kewara’annya, maka tidak heran jika terlahir murid-murid hebat dari didikannya seperti Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Abu Dawud (w. 275 


Beliau berguru kepada Imam-imam Muhadits terkenal, seperti Abu ‘Awanah, Abu al-Ahwas, Yazid bin Zurai’, Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Fudail bin ‘Iyadh, Waki’ bin Jarrah, dan masih banyak lagi guru Imam Musaddad yang lainnya. Sedangkan di sisi para muridnya, terdapat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Muhammad bin Yahya, Abu Hatim, Abu Zura’ah, Abu Ishaq alJurjani, Ismail al-Qodhi, dan masih banyak murid-murid yang meriwayatkan hadis dari Imam Musadda



2)      Bisyi

Bisyr bin al-Harits (bahasa Arab: الحارث بن بشر (dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Bagdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal dikota Bagdad tahun 227 H/841 M. Bisyr lahir di Merv dan menetap di Baghdad



3)      Ibnu Siri

Abu bakar: Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (bahasa Arab: بن محمد أبوبكرالبصري سيرين ,lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) atau disingkat Ibnu Sirin, adalah salah seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi'in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi, serta atas kesalehannya. Ayahnya bernama Sirin, seorang pembuat periuk tembaga, yang tertawan oleh Khalid bin Walid dalam ekspedisinya di Ain at-Tamar. Sirin lalu menjadi budak dari Anas bin Malik, tetapi ia membuat perjanjian untuk memerdekakan dirinya sendiri dengan tebusan uang.Setelah itu, Sirin menikahi Shafiyah, budak perempuan Abubakar ash-Siddiq.Turut hadir dalam pernikahan tersebut tiga orang isteri Nabi Muhammad serta delapan belas orang Sahabat Nabi yang pernah mengikuti Pertempuran Badar,yang mana Ubay bin Ka’ab memimpin doa pernikahannya


Ibnu Sirin mempelajari ilmu agama serta meriwayatkan hadis antara lain dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik.Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di’amah, Khalid al-Hadda, Ayyub alSakhtiyani, dan lain-lain.Ibnu Sirin dilahirkan dua tahun sebelum pemerintahan Utsman bin Affan berakhir. Anas bin Malik pada saat berada di Persia menjadikan Ibnu Sirin sebagai sekretarisny



4)      Abu Bakra

Abu Bakrah ats-Tsaqafi lebih dikenal sebagai Nufai bin al-Harits adalah saudara tiri Nafi bin al-Harits.Ia dikenal karena perselisihannya dengan Al-Mughirah bin Syu’bah,jenderal Islam lainnya selama ekspedisi militer



C.    Hadits yang serup

1)      Bukhori 10



حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَ


ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ ذَلِكَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah Nabi ﷺ menyebutkan, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata, menurutku beliau mengatakan, "Dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah ﷺ seperti apa yang disabdakannya, 'Bukankah aku telah menyampaikannya?' beliau ulangi hingga dua kal



2)      Bukhori 162

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَ


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Ghozwan, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan khotbah pada hari Nahar, beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab, "Hari ini hari haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini negeri (tanah) haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini bulan haram (suci)." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini." Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan? Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat beliau untuk umatnya. (Sabda beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)



D.    Kesimpula

Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam kitab shahih Bukhori nomer 65 dapat dikatakan shahih karena sudah memenuhi kualitas sanad serta adanya hadis penguat yantg lain  


 Teks Hadits dan Terjemahnya

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ


ذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ وَأَمْسَكَ إِنْسَانٌ بِخِطَامِهِ أَوْ بِزِمَامِهِ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ بِذِي الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مِنْهُ


 


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ibnu Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمduduk di atas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata,"Hari apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah hari ini hari nahar?" Kami menjawab, "Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمkembali bertanya, "Bulan apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah ini bulan Zulhijah?" Kami menjawab,"Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir semoga dapat menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya".


 


B. Profil perawi hadits

1) Musaddad

Dalam kitab Siyar Alam An Nubala, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa beliau memiliki nama lengkap al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Abu Hasan Musaddad bin Musarhad bin Musarbal al Asadi al Bashri. Beliau lahir pada tahun 150 H.


Beliau dikenal sebagai salah satu Imam Muhaditsin yang terkenal akan kecerdasan dan kewara’annya dari Bashrah pasca wafatnya Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), Imam Sufyan Ats Tsauri (w. 161 H) dan Imam Yahya bin Sa’id (w.198 H). Karena kecerdasan dan kewara’annya, maka tidak heran jika terlahir murid-murid hebat dari didikannya seperti Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Abu Dawud (w. 275 H)


Beliau berguru kepada Imam-imam Muhadits terkenal, seperti Abu ‘Awanah, Abu al-Ahwas, Yazid bin Zurai’, Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Fudail bin ‘Iyadh, Waki’ bin Jarrah, dan masih banyak lagi guru Imam Musaddad yang lainnya. Sedangkan di sisi para muridnya, terdapat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Muhammad bin Yahya, Abu Hatim, Abu Zura’ah, Abu Ishaq alJurjani, Ismail al-Qodhi, dan masih banyak murid-murid yang meriwayatkan hadis dari Imam Musaddad.


 


2) Bisyir

Bisyr bin al-Harits (bahasa Arab: الحارث بن بشر (dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Bagdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal dikota Bagdad tahun 227 H/841 M. Bisyr lahir di Merv dan menetap di Baghdad.


 


3) Ibnu Sirin

Abu bakar: Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (bahasa Arab: بن محمد أبوبكرالبصري سيرين ,lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) atau disingkat Ibnu Sirin, adalah salah seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi'in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi, serta atas kesalehannya. Ayahnya bernama Sirin, seorang pembuat periuk tembaga, yang tertawan oleh Khalid bin Walid dalam ekspedisinya di Ain at-Tamar. Sirin lalu menjadi budak dari Anas bin Malik, tetapi ia membuat perjanjian untuk memerdekakan dirinya sendiri dengan tebusan uang.Setelah itu, Sirin menikahi Shafiyah, budak perempuan Abubakar ash-Siddiq.Turut hadir dalam pernikahan tersebut tiga orang isteri Nabi Muhammad serta delapan belas orang Sahabat Nabi yang pernah mengikuti Pertempuran Badar,yang mana Ubay bin Ka’ab memimpin doa pernikahannya.


Ibnu Sirin mempelajari ilmu agama serta meriwayatkan hadis antara lain dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik.Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di’amah, Khalid al-Hadda, Ayyub alSakhtiyani, dan lain-lain.Ibnu Sirin dilahirkan dua tahun sebelum pemerintahan Utsman bin Affan berakhir. Anas bin Malik pada saat berada di Persia menjadikan Ibnu Sirin sebagai sekretarisnya.


 


4) Abu Bakrah

Abu Bakrah ats-Tsaqafi lebih dikenal sebagai Nufai bin al-Harits adalah saudara tiri Nafi bin al-Harits.Ia dikenal karena perselisihannya dengan Al-Mughirah bin Syu’bah,jenderal Islam lainnya selama ekspedisi militer.


 


C. Hadits yang serupa

1) Bukhori 102

 


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ


ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ ذَلِكَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah Nabi ﷺ menyebutkan, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata, menurutku beliau mengatakan, "Dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah ﷺ seperti apa yang disabdakannya, 'Bukankah aku telah menyampaikannya?' beliau ulangi hingga dua kali.


 


2) Bukhori 1623

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Ghozwan, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan khotbah pada hari Nahar, beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab, "Hari ini hari haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini negeri (tanah) haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini bulan haram (suci)." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini." Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan? Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat beliau untuk umatnya. (Sabda beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)."


 


D. Kesimpulan

Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam kitab shahih Bukhori nomer 65 dapat dikatakan shahih karena sudah memenuhi kualitas sanad serta adanya ha  


 Teks Hadits dan Terjemahnya

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ


ذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ وَأَمْسَكَ إِنْسَانٌ بِخِطَامِهِ أَوْ بِزِمَامِهِ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ بِذِي الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مِنْهُ


 


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ibnu Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمduduk di atas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata,"Hari apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah hari ini hari nahar?" Kami menjawab, "Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمkembali bertanya, "Bulan apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah ini bulan Zulhijah?" Kami menjawab,"Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir semoga dapat menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya".


 


B. Profil perawi hadits

1) Musaddad

Dalam kitab Siyar Alam An Nubala, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa beliau memiliki nama lengkap al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Abu Hasan Musaddad bin Musarhad bin Musarbal al Asadi al Bashri. Beliau lahir pada tahun 150 H.


Beliau dikenal sebagai salah satu Imam Muhaditsin yang terkenal akan kecerdasan dan kewara’annya dari Bashrah pasca wafatnya Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), Imam Sufyan Ats Tsauri (w. 161 H) dan Imam Yahya bin Sa’id (w.198 H). Karena kecerdasan dan kewara’annya, maka tidak heran jika terlahir murid-murid hebat dari didikannya seperti Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Abu Dawud (w. 275 H)


Beliau berguru kepada Imam-imam Muhadits terkenal, seperti Abu ‘Awanah, Abu al-Ahwas, Yazid bin Zurai’, Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Fudail bin ‘Iyadh, Waki’ bin Jarrah, dan masih banyak lagi guru Imam Musaddad yang lainnya. Sedangkan di sisi para muridnya, terdapat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Muhammad bin Yahya, Abu Hatim, Abu Zura’ah, Abu Ishaq alJurjani, Ismail al-Qodhi, dan masih banyak murid-murid yang meriwayatkan hadis dari Imam Musaddad.


 


2) Bisyir

Bisyr bin al-Harits (bahasa Arab: الحارث بن بشر (dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Bagdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal dikota Bagdad tahun 227 H/841 M. Bisyr lahir di Merv dan menetap di Baghdad.


 


3) Ibnu Sirin

Abu bakar: Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (bahasa Arab: بن محمد أبوبكرالبصري سيرين ,lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) atau disingkat Ibnu Sirin, adalah salah seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi'in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi, serta atas kesalehannya. Ayahnya bernama Sirin, seorang pembuat periuk tembaga, yang tertawan oleh Khalid bin Walid dalam ekspedisinya di Ain at-Tamar. Sirin lalu menjadi budak dari Anas bin Malik, tetapi ia membuat perjanjian untuk memerdekakan dirinya sendiri dengan tebusan uang.Setelah itu, Sirin menikahi Shafiyah, budak perempuan Abubakar ash-Siddiq.Turut hadir dalam pernikahan tersebut tiga orang isteri Nabi Muhammad serta delapan belas orang Sahabat Nabi yang pernah mengikuti Pertempuran Badar,yang mana Ubay bin Ka’ab memimpin doa pernikahannya.


Ibnu Sirin mempelajari ilmu agama serta meriwayatkan hadis antara lain dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik.Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di’amah, Khalid al-Hadda, Ayyub alSakhtiyani, dan lain-lain.Ibnu Sirin dilahirkan dua tahun sebelum pemerintahan Utsman bin Affan berakhir. Anas bin Malik pada saat berada di Persia menjadikan Ibnu Sirin sebagai sekretarisnya.


 


4) Abu Bakrah

Abu Bakrah ats-Tsaqafi lebih dikenal sebagai Nufai bin al-Harits adalah saudara tiri Nafi bin al-Harits.Ia dikenal karena perselisihannya dengan Al-Mughirah bin Syu’bah,jenderal Islam lainnya selama ekspedisi militer.


 


C. Hadits yang serupa

1) Bukhori 102

 


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ


ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ ذَلِكَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah Nabi ﷺ menyebutkan, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata, menurutku beliau mengatakan, "Dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah ﷺ seperti apa yang disabdakannya, 'Bukankah aku telah menyampaikannya?' beliau ulangi hingga dua kali.


 


2) Bukhori 1623

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Ghozwan, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan khotbah pada hari Nahar, beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab, "Hari ini hari haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini negeri (tanah) haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini bulan haram (suci)." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini." Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan? Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat beliau untuk umatnya. (Sabda beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)."


 


D. Kesimpulan

Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam kitab shahih Bukhori nomer 65 dapat dikatakan shahih karena sudah memenuhi kualitas sanad serta adanya ha  


 Teks Hadits dan Terjemahnya

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ


ذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ وَأَمْسَكَ إِنْسَانٌ بِخِطَامِهِ أَوْ بِزِمَامِهِ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا فَسَكَتْنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ بِذِي الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مِنْهُ


 


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ibnu Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمduduk di atas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata,"Hari apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah hari ini hari nahar?" Kami menjawab, "Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمkembali bertanya, "Bulan apakah ini?" Kami semua terdiam dan menyangka bahwa beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau صلى الله عليه وسلمberkata, "Bukankah ini bulan Zulhijah?" Kami menjawab,"Benar." Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir semoga dapat menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya".


 


B. Profil perawi hadits

1) Musaddad

Dalam kitab Siyar Alam An Nubala, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa beliau memiliki nama lengkap al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Abu Hasan Musaddad bin Musarhad bin Musarbal al Asadi al Bashri. Beliau lahir pada tahun 150 H.


Beliau dikenal sebagai salah satu Imam Muhaditsin yang terkenal akan kecerdasan dan kewara’annya dari Bashrah pasca wafatnya Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), Imam Sufyan Ats Tsauri (w. 161 H) dan Imam Yahya bin Sa’id (w.198 H). Karena kecerdasan dan kewara’annya, maka tidak heran jika terlahir murid-murid hebat dari didikannya seperti Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Abu Dawud (w. 275 H)


Beliau berguru kepada Imam-imam Muhadits terkenal, seperti Abu ‘Awanah, Abu al-Ahwas, Yazid bin Zurai’, Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Fudail bin ‘Iyadh, Waki’ bin Jarrah, dan masih banyak lagi guru Imam Musaddad yang lainnya. Sedangkan di sisi para muridnya, terdapat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Muhammad bin Yahya, Abu Hatim, Abu Zura’ah, Abu Ishaq alJurjani, Ismail al-Qodhi, dan masih banyak murid-murid yang meriwayatkan hadis dari Imam Musaddad.


 


2) Bisyir

Bisyr bin al-Harits (bahasa Arab: الحارث بن بشر (dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Bagdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal dikota Bagdad tahun 227 H/841 M. Bisyr lahir di Merv dan menetap di Baghdad.


 


3) Ibnu Sirin

Abu bakar: Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (bahasa Arab: بن محمد أبوبكرالبصري سيرين ,lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) atau disingkat Ibnu Sirin, adalah salah seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi'in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi, serta atas kesalehannya. Ayahnya bernama Sirin, seorang pembuat periuk tembaga, yang tertawan oleh Khalid bin Walid dalam ekspedisinya di Ain at-Tamar. Sirin lalu menjadi budak dari Anas bin Malik, tetapi ia membuat perjanjian untuk memerdekakan dirinya sendiri dengan tebusan uang.Setelah itu, Sirin menikahi Shafiyah, budak perempuan Abubakar ash-Siddiq.Turut hadir dalam pernikahan tersebut tiga orang isteri Nabi Muhammad serta delapan belas orang Sahabat Nabi yang pernah mengikuti Pertempuran Badar,yang mana Ubay bin Ka’ab memimpin doa pernikahannya.


Ibnu Sirin mempelajari ilmu agama serta meriwayatkan hadis antara lain dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik.Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di’amah, Khalid al-Hadda, Ayyub alSakhtiyani, dan lain-lain.Ibnu Sirin dilahirkan dua tahun sebelum pemerintahan Utsman bin Affan berakhir. Anas bin Malik pada saat berada di Persia menjadikan Ibnu Sirin sebagai sekretarisnya.


 


4) Abu Bakrah

Abu Bakrah ats-Tsaqafi lebih dikenal sebagai Nufai bin al-Harits adalah saudara tiri Nafi bin al-Harits.Ia dikenal karena perselisihannya dengan Al-Mughirah bin Syu’bah,jenderal Islam lainnya selama ekspedisi militer.


 


C. Hadits yang serupa

1) Bukhori 102

 


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ


ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ ذَلِكَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah Nabi ﷺ menyebutkan, "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata, menurutku beliau mengatakan, "Dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah ﷺ seperti apa yang disabdakannya, 'Bukankah aku telah menyampaikannya?' beliau ulangi hingga dua kali.


 


2) Bukhori 1623

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Ghozwan, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan khotbah pada hari Nahar, beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab, "Hari ini hari haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini negeri (tanah) haram (suci)." Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini bulan haram (suci)." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini." Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan? Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat beliau untuk umatnya. (Sabda beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)."


 


D. Kesimpulan

Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam kitab shahih Bukhori nomer 65 dapat dikatakan shahih karena sudah memenuhi kualitas sanad serta adanya hadis penguat yantg lain.dis penguat yantg lain.dis penguat yantg lain..n

 ."ضٍا3


Komentar