Metodologi sosiologi
Metode sosiologi
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Ilmu yang mempelajari tentang gejala, perilaku, perubahan, interaksi di masyarakat disebut dengan ilmu sosilologi. Menurut Auguste Comte (1789-1857) mengartikan Sosiologi sebagai ilmu positif tentang masyrakat. Istilah positif tersebut sama dengan empiris. Baginya sosiologi adalah studi empiris tentang masyrakat.
Menurut Emile Durkhiem (1858-1917), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta sosial. Dan fakta sosial adalah sesuatu yang berada di luar individu. Menurut Durkhiem juga fakta sosial itu bersifat eksternal. Hal ini menyatakan bahwa fakta sosial adalah suatu realitas obyektif yang berada di luar dari individu.
Menurut Max Weber, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami tindakan sosial secara interpretatif. Atau bisa diartikan dengan kata lain sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai tindakan sosial supaya diperoleh kejelasan mengenai arah, maksud, dan akibat dari tindakan tersebut.
Sosilogi muncul pertama kali di Eropa pada abad ke 19 yang dilatar belakangi oleh peristiwa Revolusi Industri di Inggris dan Revolusi Prancis. Perkembangan sosiologi terbagi atas tiga, yaitiu pemikiran sosiologi sebelum Comte, sosiologi Comte, dan perkembangan sosiologi sesudah Comte.
Sosiologi sebelum Comte; pada abad ke 14 jaih sebelum Comte memberikan nama sosiologi ada salah satu tokoh Arab yang mencoba memberikan penjelasan bercorak sosiologis kepada perubahan sosial pada masyarakat. Dia adalah Ibnu Khaldun. Dalam analisanya Ibnu Khaldun mencoba untuk menjelaskan fenomena berdasarkan kebudayaan yang berbeda antara suku nomaden dan sedenter. Namun, teori yang dicetuskan oleh Ibnu Khaldun di abaikam oleh teori sosial Eropa dan Amerika.
Sosiologi Comte; Comte memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap sosiolog seperti Emile Durkhiem dan Herbbert Spencer. Awal mulanya Comte merasa prihatin dengan situasi anarkis yang terjadi di masyarakat. Situasi tersebut menurut dia disebabkan oleh revolusi Prancis dan pencerahan yanh terjadi sebelumnya. Dari situlah dia lalu mengembangkan sebuah ilmu pengetahuan yang kiranya bisa menjawab kebutuhan zaman yang dia namakan dengan ilmu fisika sosial dan kemudian disebut dengan ilmu sosiologi.
Sosilogi sesudah Comte; sesudah Comte sosiologi tidak lagi berkembang di Prancis. Sosiologi mulai masuk ke Amerika ketika William W. Sumner mengajar sosiologi di Universitas Yale 1873.
Dalam mengembangkan dirinya sebagai ilmu pengetahuan yang berpacu khusus di dunia sosial, sosiologi memeliki metode khusus yang digunakam untuk penelitian. Metode sosiologi tersebut dibagi menjadi dua yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Metode penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif secara sederhana diartikan sebagai segala macam bentuk penelitian yang dalam proses pengolahan dan analisis data menggunakan kelengkapan statistik. Dan hal yang paling menonjol dalam penelitian kuantitatif ini adalah kuantitas data, yaitu banyak dan luasnya data.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penelitian kuantitatif adalah identifikasi masalah, mengadakan studi kepustakaan, membuat proposal penelitian, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, menulis laporan.
Metode penelitian kualitatif;
Dalam penelitian kualitatif segala bentuk penelitian yang dalam prosea pengolahan data dan analisa data tidak menggunakam statistika. Dan hal yang diutamakan dalam penelitian ini adalah kualitas data atau kedalaman dari data. Dengan data yang mendalam peneliti dapat membuat kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan.
Komentar
Posting Komentar