Macam bentuk Sosiologi

Sosiologi Perkotaan Dalam perkotaan terdapat berbagai lapisan masyarakat dan memiliki tingkat pendidikan, kebudayaan dan taraf hidup yang berbeda-beda. Pemasalahan sosial yang terjadi di perkotaan pun menjadi kajian dalam sosiologi perkotaan karena di perkotaan itu sendiri memiliki masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan permasalahan yang ada di pedesaan sosiologi perkotaan merupakan salah satu cabang ilmu sosiologi yang mengamati pembentukan dan pertumbuhan kota serta kehidupan penduduknya dengan beragam pengaruh di dalamnya, baik dari sosial, unsur budaya, ataupun dari politiknya. Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam sosiologi perkotaan sehingga menjadi objek kajian sosiologi, antara lain sebagai berikut: 1. Kemiskinan dan ketergantungan sosial Pengertian kemiskinan merupakan masalah dalam masyarakat yang keberadaannya sangat serius dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan di lingkup perkotaan adalah kurangnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat, kurangnya minat membaca, dan kesempatan kerja. 2. Disorganisasi individu Tidak banyak lingkungan di wilayah perkotaan terdapat pemukiman kumuh. Pada pemukiman tersebut, anggota masyarakat terkadang hidup dalam keadaan saling berdesakan. Dengan lingkungan seperti itu, sangat dipastikan rentan terjadinya beragam contoh konflik sosial antara satu dan lainnya. 3. Kriminalitas dan kenakalan remaja Beragam contoh kenakalan remaja dapat terjadi akibat lingkungan sosial yang kurang sehat dan rasa penasaran yang dimiliki remaja terhadap sesuatu. Tidak jarang, keanakalan remaja tesebut dapat mengarah kepada tindakan kriminalitas. 4. Masyarakat dan kebudayaan Dalam perkotaan terdapat beragam jenis kebudayaan dan macam-macam masyarakat yang hidup dalam satu lingkup lingkungan sosial. Dari keberagaman tersebut yang kemudian menjadikan perkotaan sebagai tempat yang sangat pluralis. 5. Pluralitas masyarakat kota Pluralitas atau keberagaman masyarakat kota ditandai dengan adanya sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama. Keberagaman tersebut meliputi sifat kebudayaan, perbedaan agama maupun kepercayaan, sampai pada adanya keberagam suku. 6. Pola perilaku Pola perilaku yang dimiliki oleh tiap indivudu perkotaan tentulah berbeda-beda. Pola perilaku tersebut dapat terbentuk melalui lingkungan sekitar dan pergaulan yang ada. Bahkan tak jarang dalam kajian inilah setidaknya membahas tentang perubahan struktur yang dialami masayarakat perkotaan dalam bidang pekerjaan. 7. Tata kota Tata kota dalam perkotaan sangatlah penting. Bila kota tidak tertata dengan baik, maka yang akan terjadi adalah timbulnya ketidakteraturan dalam lingkungan sosial dan akan berpengaruh pada terganggung proses sosial dan interaksi sosial. 8. Manusia dan lingkungan sosial Manusia dan lingkungan sosial adalah suatu bentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Kedua hal tersebut saling berkaitan dan saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Manusia dalam perkembangnya selalu mencerminkan sikap dalam lingkungan sosialnya. 9. Gerakan sosial Gerakan sosial biasanya hadir dalam perkotaan disebabkan oleh adanya permasalahan sosial yang dimana hal tersebut membuat masyarakat bertekad melakukan perubahan melalui gerakan sosial. Gerakan sosial ini sendiri bisa terwujud dari proses pembentukan organisasi sosial. 10. Mobilitas sosial Pengertian mobilitas sosial pada masyarakat perkotaan lebih memiliki sifat dinamis dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Alasannya karena dalam faktor pekerjaan yang ada terjadi keberagaman sehingga hilir mudik perpindahan tidak bisa untuk dipisahkan. 11. Solidaritas sosial Solidaritas sosial merupakan pola hubungan yang terjadi antar masyarakat yang dimana pada pola hubungan tersebut mengedepankan persatuan dibandingkan dengan kepentingan yang sejatinya hanya berorientasi pada untung rugi. 12. Konflik sosial Konflik sosial biasanya muncul sebagai dampak dari adanya keberagaman yang tidak dibarengi dengan adanya sikap toleransi dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Konflik sosial dalam masyarakat perkotaan cenderung bersifat laten dan bergerak secara masif. Kesimpulan Sosiologi perkotaan merupakan kajian keilmuan dalam sosiologi yang mengkaji mengenai beragam contoh fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam perkotaan serta mengkaji masalah sosial yang ada pada masyarakat perkotaan. Sosiologi hukum terdiri dari dua pemahaman yang memiliki makna berbeda. Sosiologi, seperti yang kita pahami pada umumnya, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai interaksi dalam masyarakat, sedangkan kata hukum kita kenali sebagai salah satu sarana yang memiliki tujuan untuk melaksanakan perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Sosiologi Pedesaan Sistem bagi hasil menggarap sawah brambang merah Sosiologi berasal dari dua kata Yunani yaitu “socius” yang berarti “kawan atau teman” dan “logos” yang berarti “ilmu atau pengetahuan”, teman atau kawan dapat dimengerti secara luas sebagai “keberadaan orang-orang lain dalam suatu hubungan” Dengan demikian berdasarkan asal katanya maka sosiologi berarti “ilmu tentang berkawan” atau “ilmu tentang bagaimana manusia berkawan”. Sedangkan dilihat dari eksistensinya, desa merupakan fenomena yang muncul dengan mulai dikenalnya cocok tanam. Dengan mengingat pentingnya faktor pertanian bagi keberadaan desa, maka dapat dipahami bahwa kebanyakan ruang lingkup dan objek sosiologi pedesaan masih selalu berkisar pada aspek pertanian (beserta sub sektor) aktivitas serta dinamikanya. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk di dalamnya perubahan sosial dalam perkembangannya melahirkan berbagai teori sosiologi dan berbagai cabang sosiologi. Obyek kajian yang berbeda selanjutnya menjadi cabang baru seperti sosiologi industri, sosiologi politik, sosiologi agama dan cabang sosiologi lainnya. Perkembangan ini juga termasuk sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian sebagai cabang sosiologi yang khusus mengkaji masalah tentang masyarakat pedesaan dan dinamikanya. Pengertian “pedesaan” mencakup wilayah yang disebut “rural” dibedakan dengan “urban”. Secara lengkap pedesaan diartikan sebagai kawasan tempat tinggal dan kerja yang secara jelas dapat dipisahkan dari kawasan yang lain yang disebut “kota”. Masyarakat pedesaan sering disebut sebagai “rural community” sedang masyarakat perkotaan disebut sebagai “urban community”. Soekanto dalam Yulianti dan Purnomo (2003) menyatakan bahwa perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan dapat dilihat antara lain dari kehidupan kegamaan, individualime, pembagian kerja, macam pekerjaan, jalan pikiran, jalan kehidupan, serta perubahan-perubahan sosial lainnya. Ruang lingkup bidang kajian sosiologi pedesaan menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosiologi Hukum Sosiologi hukum memiliki pengertian sebagai salah satu kajian dalam ilmu sosiologi yang membahas berbagai penyebab masalah sosial dan berkaitan dengan hukum yang disepakati oleh masyarakat luas. ada saat ini, sosiologi hukum tengah berkembang pesat. Disiplin ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan hukum positif yang berlaku, dengan kata lain isi dan bentuknya bersifat dinamis menurut waktu dan tempat, dan juga faktor kemasyarakatan. Salah satu tugas sosiologi hukum yaitu menjelaskan sebab atau latar belakang timbulnya ketimpangan antara tata tertib masyarakat yang dicita-citakan dengan keadaan masyarakat yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Objek dalam kajian sosiologi hukum sendiri terbagi menjadi beberapa, di antaranya: Interaksi sosial terkait dengan hukum Hukum yang diterapkan dalam suatu masyarakat berfungsi untuk memperlancar syarat interaksi sosial. Apabila interaksi sosial berjalan dengan baik, maka kehidupan dalam sebuah masyarakat dapat berlangsung dengan damai dan tenang. Kelompok sosial dengan hukum Dalam hal ini, pengertian kelompok sosial adalah aktivitas yang terjadi antara dua orang atau lebih yang diatur oleh suatu sistem bernama hukum. Misalnya AD dan ART dalam suatu organisasi, atau UU yang mengatur tentang berkehidupan negara. Kebudayaan Kehadiran hukum adalah bagian dari adanya unsur kebudayaan. Kedua hal ini saling berkaitan dan berfungsi untuk mengatur mayarakat yang berkebudayaan dengan aturan-aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Lembaga sosial Keberadaan lembaga sosial dalam masyarakat menggunakan aturan-aturan untuk mengontrol interaksi dalam masyarakat. Stratifikasi sosial Stratifikasi sosial yang dimaksud yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang mengatakan bahwa hukum berlaku untuk seluruh lapisan tanpa membeda-bedakan. Meskipun pada kenyataannya, secara tidak langsung dalam masyarakat terdapat lapisan sosial. Kekuasaan dan wewenang Kekuasaan dan wewenang yang dimaksud adalah tugas yang telah diatur dalam peraturan berupa undang-undang yang pelaksanaannya bersifat wajib. Masalah sosial Pengertian masalah sosial dalam konteks ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan perilaku yang menyimpang dan melanggar keberadaan hukum. Jenis-jenis kasus kajian sosiologi hukum Ada banyak contoh kasus yang masuk ke dalam kajian sosiologi yang sering kita temukan dalam kehidupan masyarakat. Berikut adalah contoh kasus nyata yang pernah terjadi di Indonesia; a) Kasus korupsi E-KTP yang dilakukan oleh oknum pemerintah. Hukum yang berlaku dalam kasus ini didasarkan pada Undang-Undang, sebab tindakan yang dilakukan memberi dampak besar berupa kerugian bagi masyarakat luas. b) Pembunuhan berencana yang dilakukan seorang individu kepada satu keluarga karena rasa dendam akibat sering menerima ejekan dari satu keluarga tersebut. c) Kasus penyebaran berita hoax yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk mencoreng nama baik calon gubernur, agar masyarakat tidak menjatuhkan pilihan kepada calon tersebut saat pemilihan. d) Kasus penyelewengan dana haji oleh perusahaan jasa agen perjalanan yang melibatkan beberapa pihak. e) Nenek berusia 60 tahun yang dituduh mencuri di sebuah ladang dinilai tidak adil karena divonis 5 tahun penjara, tidak seimbang dengan penjatuhan vonis kepada koruptor yang hanya diberi hukuman 3 tahun penjara. f) Sindikat penjualan narkoba yang masih menjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia. g) Pencurian uang di ATM yang dilakukan sekelompok orang. h) Pernikahan usia dini yang masih menjadi perdebatan dalam masyarakat. i) Pemalsuan uang yang dilakukan oleh sejumlah oknum, dengan tujuan untuk mengelabui pedagang kecil. j) Perdagangan anak yang masih terus terjadi di negara Indonesia. k) Praktik prostitusi yang kini merambah dunia online. l) Penerapan hukum yang saat ini dinilai tidak adil bagi masyarakat kalangan bawah. m Penolakan Perpres mengenai reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan oleh masyarakat Bali, karena diyakini akan merugikan masyarakat Bali dalam jangka waktu yang lama. n) Perbedaan fasilitas tahanan biasa dengan tahanan koruptor; tahanan koruptor mendapatkan fasilitas tempat tidur, AC, dan kamar mandi dalam di ruang tahanan. o) Pola perilaku masyarakat kota yang kerap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Demikianlah penjelasan terkait sosiologi hukum beserta contoh kajiannya secara umum yang dapat kita temukan dalam masyarakat, khususnya di Indonesia. Sosiologi Industri Masyarakat yang hidup di era industri bisa dikatakan sebagai masyarakat tersendiri, maka tingkah laku masyarakatnya hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita, atau norma-norma yang yang mereka pertahankan. Sehingga dari tingkah laku itulah kepribadian seseorang terbentuk karena setiap tingkah laku membawa dampak sosial dalam kehidupan kelompoknya. Ulasan dalam ilmu sosiologi, tingkah laku itu disebut tingkah laku sosial. Agar mampu mengungkapkan semua masalah yang ada dalam masyarakat itu, biasanya sosiologi industri mendekatinya melalui jalan pemikiran sehat yaitu logika secara sistematik, sehingga akhirnya mampu mengambil kesimpulan yang diperlukan. Sosiologi industri adalah kajian ilmu pengetahuan sosial diterapkan untuk memecahkan ataupun berguna dalam mengenal berbagai masalah yang terjadi dalam masyarakat industri, dimana untuk sasaran penelitian yang ada di dalam sosiologi industri ialah tingkah laku manusia dalam kelompok masyarakat industri. Atas dasar itulah sudut pandangnya melihat hakikat serta sifat kebudayaan masyarakat industri dan juga industri-industrinya secara ilmiah. Adapun definisi sosiologi industri menurut para ahli, antara lain; 1. Sulastri (2015), Pengertian sosiologi industri adalah kajian ilmu sosial yang mempelajari tentang pola ekonomi masyarakat dan struktur industri di dalam negara-negara di dunia. Kondisi ini akan memunculkan identitas sosial atau gaya hidup masyarakat dalam kelompok sosial yang dimillikianya. 2. George R. Terry (1997), definisi sosiologi industri adalah kajian ilmu sosial yang dilakukan melalui pendekatan penelitian kuantitatif sehingga proses pendekatan dalam spesifikasi ilmu ini menitikberatkan pada penggunaan proses sistematis sekaligus matematis terhadap metode pemecahan masalah yang dikemukakan. Kosentrasi dalam ruang lingkup yang ada dalam disiplin ilmu sosiologi industri, antara lain; 1. Mempelajari Hubungan Masyarakat Dengan Individu Ruang lingkup ilmu sosiologi industri secara langsung mempelajari tentang masyarakat keseluruhan yang sifatnya kompleks, karena hubungan itu luas sifatnya. Wujud hubungan itu adalah hubungan sosial yaitu hubungan yang terjadi diantara masyarakat pabrik, Seperti hubungan antara majikan dan para pekerja, hubungan antara seorang pekerja dan anak-anaknya, dan hubungan antara perkerja pria dan pekerja wanita, dan seterusnya. Semua hubungan itu membentuk suatu hubungan interaksi tersendiri dalam masyarakat itu. 2. Organisasi Organisasi yang ada dalam industri menjadi salah satu sumber pokok kajian dalam sosiologi industri, organisasi ini erat kaitannya dengan tipe lembaga sosial yang ada di dalam masyarakat. Sehingga pada tahap ini sosiologi insutri memberikan pandangan secara menyeluruh kompleksifitas sosial dan masyarakat industri. 3. Manajemen Ruang lingkup yang ada di dalam sosiologi industri adalah manajemen pada masyarakat industri. Manajemen ini sendiri senantisa berkaitan dengan cara pengelolaan perusahaan dan masyarakat yang seimbang, antara satu dengan yang lainnya. 3. Kepemimpinan Ruang lingkup seanjutnya, yang menjadi fokus dalam sosiologi industri adalah leadership atau mudahnya dikenal dengan kepemimpinan yang terjadi di dalam masyarakat Indutri. Hubungan sosial antara atasan dan bawahan menjadi sangat penting untuk dilakukannya kajian dalam hal ini. Sedangkan tujuan dalam mempelajari sosiologi industri. Antara lain; 1. Memahami Peran dan Fungsi, Setiap seseorang yang mempelajari kajian sosiologi industri ini senantisa diharapkan paham terkait dengan konseptual tentang kedudukan dan peranannya baik secara individu dan kelompok. 2. Memberikan Pengaruh Pada Perubahan, Perubahan yang ada di masyarakat bisa dikatakan sebagai hal yang naluriah. Bentuk perubahan sosial ini sendiri dapat dicermati salah satu pendorongnya ada industri, sehingga melalui konsep inilah seseorang yang belajar kajian ilmu ini mampu menguraikan secara singkat penjelasan terkait dengan perubahan tersebut. Manfaat yang di dapatkan dari kajian dalam sosiologi industri adalah; 1. Menelaah bentuk interaksi yang akan terjadi dalam hubungan sosial, dimana hubungan sosial ini pasti terjadi dalam masyarakat. Sedangkan satu-satunya unsur yang memegang peranan penting dalam masyarakat ialah keluarga. Jadi dalam setiap keluarga pada masyarakat indutri akan terlihat suatu sistem interaksi yang mampu menciptakan skebiasaan dan akhirnya kebiasaan tersebut mereka pakai sebagai dasar untuk bertindak. 2. Mampu menyelasakan masalah industri dalam masyarakat, hal ini dilakukan dengan pendekatan kajian empiris yang tercipta dalam masyarakat. Contoh Sosiologi Industri Contoh kasus sosiologi industri misalnya saja; 1. Keluarga Industri Adanya seorang ayah mengatakan kepada setiap anggota arti keluarganya, bahwa kalau ada tamu pada siang hari supaya ditolak, dengan alasan bahwa ayah sedang tidur. Pernyataan ayah ini ditaati oleh setiap anggota keluarga tersebut. Pernyataan itu akhirnya menjadi kebiasaan keluarga tersebut, sehingga setiap kali ada tamu mencari ayah pada siang hari maka setip anggota keluarga itu akan menolak kedatangannya dengan mengatakan bahwa ayah sedang tidur. Walaupun ayah sedang main kartu dengan tetangga lain. Demikianlah keadaannya dalam suatu kelompok sosial masyarakat industri. Mereka menciptakan suatu interaksi tersendiri. Mereka menciptakan kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang dipatuhinya, dan kebiasaan itu mereka pegang teguh, sebagai landasan dalam mereka bertindak bersama. Kesimpulan Dari penjelasan dapat dikatakan bahwa sosiologi industri sebagai suatu cabang ilmu sosial, tidak akan memutlakan suatu kebenaran sosial. Artinya para ahli sosilogi diwajibkan senantiasa harus selalu siap meneliti ulang setiap fakta yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat industri akan senantiasa mengalami suatu perubahan yang cepat dan mendadak sesuai teknologi yang diterapkan dalam maysrakat itu. Perubahan yang begitu cepat mempunyai pengaruh langsung terhadap keluarga dan masyarakat. Hubungan keluarga yang statis dan harmonis kini menjadi kacau karena pimpinan keluarga yaitu ayah atau ibu harus membanting tulang bekerja di pabrik siang dan malam, dan anak anak mereka terlantar. Faktor inilah yang menyebabkan kriminalitas anak anak meningkat dari tahun ke tahun. Disinipula sosiologi industri, selaku cabang ilmu terapan, tidak seperti ilmu falsafah yang ingin menjelaskan kepada setiap anggota kelompok masyarakat, nilai-nilai hidup yang harus diikuti atau cara bagaimana anggota kelompok itu harus berprilaku; tetapi hanya sekedar ingin menggambarkan senyata mungkin apa yang sedang dikerjakan, atau apa yang sedang terjadi dalam kelomopok masyarakat industri tersebut. Sosiologi Agama Sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang perilaku sosial ditinjau dari kecenderungan individu dengan individu lain, dengan memperhatikan simbol-simbol interaksi. Agama dalam arti sempit ialah seperangkat kepercayaan, dogma, pereturan etika, praktek penyembahan, amal ibadah, terhadap tuhan atau dewa-dewa tertentu. Dalam arti luas, agama adalah suatu kepercayaan atau seperangkat nilai yang minmbulkan ketaatan pada seseorang atau kelompok tertentu kepada sesuatu yang mereka kagumi, cita-citakan dan hargai. Adapun kalau kedua istilah “sosiologi” dan “agama” digabungkan maka memiliki beberapa definisi berikut: - Sosiologi agama adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat atau perbedaan masyarakat secara utuh dengan berbagai sistem agama, tingkat dan jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat dan sistem keagamaan yang berbeda. - Sosiologi agama adalah studi tentang fenomena sosial, dan memandang agama sebagai fenomena sosial. Sosiologi agama selalu berusaha untuk menemukan pinsip-prinsip umum mengenai hubungan agama dengan masyarakat. - Sosiologi agama adalah suatu cabang sosiologi umum yang mempelajari masyarakat agama secara sosiologis guna mencapai keterangan-keterangan ilmiah dan pasti, demi kepentingan masyarakat agama itu sendiri dan masyarakat luas pada umumnya. Sosiologi agama menjadi disiplin ilmu tersendiri sejak munculnya karya Weber dan Durkheim. Jika tugas dari sosiologi umum adalah untuk mencapai hukum kemasyarakatan yang seluas-luasnya, maka tugas dari sosiologi agama adalah untuk mencapai keterangan-keterangan ilmiah tentang masyarakat agama khususnya. Masyarakat agama tidak lain ialah suatu persekutuan hidup (baik dalam lingkup sempit maupun luas) yang unsure konstitutif utamanya adalah agama atau nilai-nilai keagamaan. Jika teologi mempelajari agama dan masyarakat agama dari segi “supra-natural”, maka sosiologi agama mempelajarinya dari sudut empiris sosiologis. Dengan kata lain, yang akan dicari dalam fenomena agama itu adalah dimensi sosiologisnya. Sampai seberapa jauh agama dan nilai keagamaan memainkan peranan dan berpengaruh atas eksistensi dan operasi masyarakat. Lebih konkrit lagi, misalnya, seberapa jauh unsur kepercayaan mempengaruhi pembentukan kepribadian pemeluk-pemeluknya; ikut mengambil bagian dalam menciptakan jenis-jenis kebudayaan; mewarnai dasar-dasar haluan Negara; memainkan peranan dalam munculnya strata (lapisan) sosial; seberapa jauh agama ikut mempengaruhi proses sosial, perubahan sosial, fanatisme dan lain sebagainya. Menurut Keith A. Roberts, sasaran (objek) kajian sosiologi agama adalah memfokuskan kajian pada: 1). Kelompok-kelompok dan lembaga keagamaan, yang meliputi pembentukannya, kegiatan demi kelangsungan hidupnya, pemeliharaannya dan pembaharuannya. 2). Perilaku individu dalam kelompok-kelompok tersebut atau proses sosial yang mempengaruhi status keagamaan dan perilaku ritual. 3). Konflik antar kelompok, misalnya Katolik lawan Protestan, Kristen dengan Islam dan sebagainya. Kesimpulan Bagi sosiologi, kepercayaan hanyalah salah satu bagian kecil dari aspek agama yang menjadi perhatiannya. Bila dikatakan bahwa yang menjadi sasaran sosiologi agama adalah masyarakat agama, sesungguhnya yang dimaksud bukanlah agama sebagai suatu sistem (dogma dan moral), tetapi agama sebagai fenomena sosial, sebagai fakta sosial yang dapat dilaksanakan dan dialami oleh banyak orangSosiologi Perkotaan Dalam perkotaan terdapat berbagai lapisan masyarakat dan memiliki tingkat pendidikan, kebudayaan dan taraf hidup yang berbeda-beda. Pemasalahan sosial yang terjadi di perkotaan pun menjadi kajian dalam sosiologi perkotaan karena di perkotaan itu sendiri memiliki masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan permasalahan yang ada di pedesaan sosiologi perkotaan merupakan salah satu cabang ilmu sosiologi yang mengamati pembentukan dan pertumbuhan kota serta kehidupan penduduknya dengan beragam pengaruh di dalamnya, baik dari sosial, unsur budaya, ataupun dari politiknya. Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam sosiologi perkotaan sehingga menjadi objek kajian sosiologi, antara lain sebagai berikut: 1. Kemiskinan dan ketergantungan sosial Pengertian kemiskinan merupakan masalah dalam masyarakat yang keberadaannya sangat serius dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan di lingkup perkotaan adalah kurangnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat, kurangnya minat membaca, dan kesempatan kerja. 2. Disorganisasi individu Tidak banyak lingkungan di wilayah perkotaan terdapat pemukiman kumuh. Pada pemukiman tersebut, anggota masyarakat terkadang hidup dalam keadaan saling berdesakan. Dengan lingkungan seperti itu, sangat dipastikan rentan terjadinya beragam contoh konflik sosial antara satu dan lainnya. 3. Kriminalitas dan kenakalan remaja Beragam contoh kenakalan remaja dapat terjadi akibat lingkungan sosial yang kurang sehat dan rasa penasaran yang dimiliki remaja terhadap sesuatu. Tidak jarang, keanakalan remaja tesebut dapat mengarah kepada tindakan kriminalitas. 4. Masyarakat dan kebudayaan Dalam perkotaan terdapat beragam jenis kebudayaan dan macam-macam masyarakat yang hidup dalam satu lingkup lingkungan sosial. Dari keberagaman tersebut yang kemudian menjadikan perkotaan sebagai tempat yang sangat pluralis. 5. Pluralitas masyarakat kota Pluralitas atau keberagaman masyarakat kota ditandai dengan adanya sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama. Keberagaman tersebut meliputi sifat kebudayaan, perbedaan agama maupun kepercayaan, sampai pada adanya keberagam suku. 6. Pola perilaku Pola perilaku yang dimiliki oleh tiap indivudu perkotaan tentulah berbeda-beda. Pola perilaku tersebut dapat terbentuk melalui lingkungan sekitar dan pergaulan yang ada. Bahkan tak jarang dalam kajian inilah setidaknya membahas tentang perubahan struktur yang dialami masayarakat perkotaan dalam bidang pekerjaan. 7. Tata kota Tata kota dalam perkotaan sangatlah penting. Bila kota tidak tertata dengan baik, maka yang akan terjadi adalah timbulnya ketidakteraturan dalam lingkungan sosial dan akan berpengaruh pada terganggung proses sosial dan interaksi sosial. 8. Manusia dan lingkungan sosial Manusia dan lingkungan sosial adalah suatu bentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Kedua hal tersebut saling berkaitan dan saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Manusia dalam perkembangnya selalu mencerminkan sikap dalam lingkungan sosialnya. 9. Gerakan sosial Gerakan sosial biasanya hadir dalam perkotaan disebabkan oleh adanya permasalahan sosial yang dimana hal tersebut membuat masyarakat bertekad melakukan perubahan melalui gerakan sosial. Gerakan sosial ini sendiri bisa terwujud dari proses pembentukan organisasi sosial. 10. Mobilitas sosial Pengertian mobilitas sosial pada masyarakat perkotaan lebih memiliki sifat dinamis dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Alasannya karena dalam faktor pekerjaan yang ada terjadi keberagaman sehingga hilir mudik perpindahan tidak bisa untuk dipisahkan. 11. Solidaritas sosial Solidaritas sosial merupakan pola hubungan yang terjadi antar masyarakat yang dimana pada pola hubungan tersebut mengedepankan persatuan dibandingkan dengan kepentingan yang sejatinya hanya berorientasi pada untung rugi. 12. Konflik sosial Konflik sosial biasanya muncul sebagai dampak dari adanya keberagaman yang tidak dibarengi dengan adanya sikap toleransi dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Konflik sosial dalam masyarakat perkotaan cenderung bersifat laten dan bergerak secara masif. Kesimpulan Sosiologi perkotaan merupakan kajian keilmuan dalam sosiologi yang mengkaji mengenai beragam contoh fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam perkotaan serta mengkaji masalah sosial yang ada pada masyarakat perkotaan. Sosiologi hukum terdiri dari dua pemahaman yang memiliki makna berbeda. Sosiologi, seperti yang kita pahami pada umumnya, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai interaksi dalam masyarakat, sedangkan kata hukum kita kenali sebagai salah satu sarana yang memiliki tujuan untuk melaksanakan perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Sosiologi Pedesaan Sistem bagi hasil menggarap sawah brambang merah Sosiologi berasal dari dua kata Yunani yaitu “socius” yang berarti “kawan atau teman” dan “logos” yang berarti “ilmu atau pengetahuan”, teman atau kawan dapat dimengerti secara luas sebagai “keberadaan orang-orang lain dalam suatu hubungan” Dengan demikian berdasarkan asal katanya maka sosiologi berarti “ilmu tentang berkawan” atau “ilmu tentang bagaimana manusia berkawan”. Sedangkan dilihat dari eksistensinya, desa merupakan fenomena yang muncul dengan mulai dikenalnya cocok tanam. Dengan mengingat pentingnya faktor pertanian bagi keberadaan desa, maka dapat dipahami bahwa kebanyakan ruang lingkup dan objek sosiologi pedesaan masih selalu berkisar pada aspek pertanian (beserta sub sektor) aktivitas serta dinamikanya. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk di dalamnya perubahan sosial dalam perkembangannya melahirkan berbagai teori sosiologi dan berbagai cabang sosiologi. Obyek kajian yang berbeda selanjutnya menjadi cabang baru seperti sosiologi industri, sosiologi politik, sosiologi agama dan cabang sosiologi lainnya. Perkembangan ini juga termasuk sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian sebagai cabang sosiologi yang khusus mengkaji masalah tentang masyarakat pedesaan dan dinamikanya. Pengertian “pedesaan” mencakup wilayah yang disebut “rural” dibedakan dengan “urban”. Secara lengkap pedesaan diartikan sebagai kawasan tempat tinggal dan kerja yang secara jelas dapat dipisahkan dari kawasan yang lain yang disebut “kota”. Masyarakat pedesaan sering disebut sebagai “rural community” sedang masyarakat perkotaan disebut sebagai “urban community”. Soekanto dalam Yulianti dan Purnomo (2003) menyatakan bahwa perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan dapat dilihat antara lain dari kehidupan kegamaan, individualime, pembagian kerja, macam pekerjaan, jalan pikiran, jalan kehidupan, serta perubahan-perubahan sosial lainnya. Ruang lingkup bidang kajian sosiologi pedesaan menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosiologi Hukum Sosiologi hukum memiliki pengertian sebagai salah satu kajian dalam ilmu sosiologi yang membahas berbagai penyebab masalah sosial dan berkaitan dengan hukum yang disepakati oleh masyarakat luas. ada saat ini, sosiologi hukum tengah berkembang pesat. Disiplin ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan hukum positif yang berlaku, dengan kata lain isi dan bentuknya bersifat dinamis menurut waktu dan tempat, dan juga faktor kemasyarakatan. Salah satu tugas sosiologi hukum yaitu menjelaskan sebab atau latar belakang timbulnya ketimpangan antara tata tertib masyarakat yang dicita-citakan dengan keadaan masyarakat yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Objek dalam kajian sosiologi hukum sendiri terbagi menjadi beberapa, di antaranya: Interaksi sosial terkait dengan hukum Hukum yang diterapkan dalam suatu masyarakat berfungsi untuk memperlancar syarat interaksi sosial. Apabila interaksi sosial berjalan dengan baik, maka kehidupan dalam sebuah masyarakat dapat berlangsung dengan damai dan tenang. Kelompok sosial dengan hukum Dalam hal ini, pengertian kelompok sosial adalah aktivitas yang terjadi antara dua orang atau lebih yang diatur oleh suatu sistem bernama hukum. Misalnya AD dan ART dalam suatu organisasi, atau UU yang mengatur tentang berkehidupan negara. Kebudayaan Kehadiran hukum adalah bagian dari adanya unsur kebudayaan. Kedua hal ini saling berkaitan dan berfungsi untuk mengatur mayarakat yang berkebudayaan dengan aturan-aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Lembaga sosial Keberadaan lembaga sosial dalam masyarakat menggunakan aturan-aturan untuk mengontrol interaksi dalam masyarakat. Stratifikasi sosial Stratifikasi sosial yang dimaksud yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang mengatakan bahwa hukum berlaku untuk seluruh lapisan tanpa membeda-bedakan. Meskipun pada kenyataannya, secara tidak langsung dalam masyarakat terdapat lapisan sosial. Kekuasaan dan wewenang Kekuasaan dan wewenang yang dimaksud adalah tugas yang telah diatur dalam peraturan berupa undang-undang yang pelaksanaannya bersifat wajib. Masalah sosial Pengertian masalah sosial dalam konteks ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan perilaku yang menyimpang dan melanggar keberadaan hukum. Jenis-jenis kasus kajian sosiologi hukum Ada banyak contoh kasus yang masuk ke dalam kajian sosiologi yang sering kita temukan dalam kehidupan masyarakat. Berikut adalah contoh kasus nyata yang pernah terjadi di Indonesia; a) Kasus korupsi E-KTP yang dilakukan oleh oknum pemerintah. Hukum yang berlaku dalam kasus ini didasarkan pada Undang-Undang, sebab tindakan yang dilakukan memberi dampak besar berupa kerugian bagi masyarakat luas. b) Pembunuhan berencana yang dilakukan seorang individu kepada satu keluarga karena rasa dendam akibat sering menerima ejekan dari satu keluarga tersebut. c) Kasus penyebaran berita hoax yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk mencoreng nama baik calon gubernur, agar masyarakat tidak menjatuhkan pilihan kepada calon tersebut saat pemilihan. d) Kasus penyelewengan dana haji oleh perusahaan jasa agen perjalanan yang melibatkan beberapa pihak. e) Nenek berusia 60 tahun yang dituduh mencuri di sebuah ladang dinilai tidak adil karena divonis 5 tahun penjara, tidak seimbang dengan penjatuhan vonis kepada koruptor yang hanya diberi hukuman 3 tahun penjara. f) Sindikat penjualan narkoba yang masih menjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia. g) Pencurian uang di ATM yang dilakukan sekelompok orang. h) Pernikahan usia dini yang masih menjadi perdebatan dalam masyarakat. i) Pemalsuan uang yang dilakukan oleh sejumlah oknum, dengan tujuan untuk mengelabui pedagang kecil. j) Perdagangan anak yang masih terus terjadi di negara Indonesia. k) Praktik prostitusi yang kini merambah dunia online. l) Penerapan hukum yang saat ini dinilai tidak adil bagi masyarakat kalangan bawah. m Penolakan Perpres mengenai reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan oleh masyarakat Bali, karena diyakini akan merugikan masyarakat Bali dalam jangka waktu yang lama. n) Perbedaan fasilitas tahanan biasa dengan tahanan koruptor; tahanan koruptor mendapatkan fasilitas tempat tidur, AC, dan kamar mandi dalam di ruang tahanan. o) Pola perilaku masyarakat kota yang kerap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Demikianlah penjelasan terkait sosiologi hukum beserta contoh kajiannya secara umum yang dapat kita temukan dalam masyarakat, khususnya di Indonesia. Sosiologi Industri Masyarakat yang hidup di era industri bisa dikatakan sebagai masyarakat tersendiri, maka tingkah laku masyarakatnya hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita, atau norma-norma yang yang mereka pertahankan. Sehingga dari tingkah laku itulah kepribadian seseorang terbentuk karena setiap tingkah laku membawa dampak sosial dalam kehidupan kelompoknya. Ulasan dalam ilmu sosiologi, tingkah laku itu disebut tingkah laku sosial. Agar mampu mengungkapkan semua masalah yang ada dalam masyarakat itu, biasanya sosiologi industri mendekatinya melalui jalan pemikiran sehat yaitu logika secara sistematik, sehingga akhirnya mampu mengambil kesimpulan yang diperlukan. Sosiologi industri adalah kajian ilmu pengetahuan sosial diterapkan untuk memecahkan ataupun berguna dalam mengenal berbagai masalah yang terjadi dalam masyarakat industri, dimana untuk sasaran penelitian yang ada di dalam sosiologi industri ialah tingkah laku manusia dalam kelompok masyarakat industri. Atas dasar itulah sudut pandangnya melihat hakikat serta sifat kebudayaan masyarakat industri dan juga industri-industrinya secara ilmiah. Adapun definisi sosiologi industri menurut para ahli, antara lain; 1. Sulastri (2015), Pengertian sosiologi industri adalah kajian ilmu sosial yang mempelajari tentang pola ekonomi masyarakat dan struktur industri di dalam negara-negara di dunia. Kondisi ini akan memunculkan identitas sosial atau gaya hidup masyarakat dalam kelompok sosial yang dimillikianya. 2. George R. Terry (1997), definisi sosiologi industri adalah kajian ilmu sosial yang dilakukan melalui pendekatan penelitian kuantitatif sehingga proses pendekatan dalam spesifikasi ilmu ini menitikberatkan pada penggunaan proses sistematis sekaligus matematis terhadap metode pemecahan masalah yang dikemukakan. Kosentrasi dalam ruang lingkup yang ada dalam disiplin ilmu sosiologi industri, antara lain; 1. Mempelajari Hubungan Masyarakat Dengan Individu Ruang lingkup ilmu sosiologi industri secara langsung mempelajari tentang masyarakat keseluruhan yang sifatnya kompleks, karena hubungan itu luas sifatnya. Wujud hubungan itu adalah hubungan sosial yaitu hubungan yang terjadi diantara masyarakat pabrik, Seperti hubungan antara majikan dan para pekerja, hubungan antara seorang pekerja dan anak-anaknya, dan hubungan antara perkerja pria dan pekerja wanita, dan seterusnya. Semua hubungan itu membentuk suatu hubungan interaksi tersendiri dalam masyarakat itu. 2. Organisasi Organisasi yang ada dalam industri menjadi salah satu sumber pokok kajian dalam sosiologi industri, organisasi ini erat kaitannya dengan tipe lembaga sosial yang ada di dalam masyarakat. Sehingga pada tahap ini sosiologi insutri memberikan pandangan secara menyeluruh kompleksifitas sosial dan masyarakat industri. 3. Manajemen Ruang lingkup yang ada di dalam sosiologi industri adalah manajemen pada masyarakat industri. Manajemen ini sendiri senantisa berkaitan dengan cara pengelolaan perusahaan dan masyarakat yang seimbang, antara satu dengan yang lainnya. 3. Kepemimpinan Ruang lingkup seanjutnya, yang menjadi fokus dalam sosiologi industri adalah leadership atau mudahnya dikenal dengan kepemimpinan yang terjadi di dalam masyarakat Indutri. Hubungan sosial antara atasan dan bawahan menjadi sangat penting untuk dilakukannya kajian dalam hal ini. Sedangkan tujuan dalam mempelajari sosiologi industri. Antara lain; 1. Memahami Peran dan Fungsi, Setiap seseorang yang mempelajari kajian sosiologi industri ini senantisa diharapkan paham terkait dengan konseptual tentang kedudukan dan peranannya baik secara individu dan kelompok. 2. Memberikan Pengaruh Pada Perubahan, Perubahan yang ada di masyarakat bisa dikatakan sebagai hal yang naluriah. Bentuk perubahan sosial ini sendiri dapat dicermati salah satu pendorongnya ada industri, sehingga melalui konsep inilah seseorang yang belajar kajian ilmu ini mampu menguraikan secara singkat penjelasan terkait dengan perubahan tersebut. Manfaat yang di dapatkan dari kajian dalam sosiologi industri adalah; 1. Menelaah bentuk interaksi yang akan terjadi dalam hubungan sosial, dimana hubungan sosial ini pasti terjadi dalam masyarakat. Sedangkan satu-satunya unsur yang memegang peranan penting dalam masyarakat ialah keluarga. Jadi dalam setiap keluarga pada masyarakat indutri akan terlihat suatu sistem interaksi yang mampu menciptakan skebiasaan dan akhirnya kebiasaan tersebut mereka pakai sebagai dasar untuk bertindak. 2. Mampu menyelasakan masalah industri dalam masyarakat, hal ini dilakukan dengan pendekatan kajian empiris yang tercipta dalam masyarakat. Contoh Sosiologi Industri Contoh kasus sosiologi industri misalnya saja; 1. Keluarga Industri Adanya seorang ayah mengatakan kepada setiap anggota arti keluarganya, bahwa kalau ada tamu pada siang hari supaya ditolak, dengan alasan bahwa ayah sedang tidur. Pernyataan ayah ini ditaati oleh setiap anggota keluarga tersebut. Pernyataan itu akhirnya menjadi kebiasaan keluarga tersebut, sehingga setiap kali ada tamu mencari ayah pada siang hari maka setip anggota keluarga itu akan menolak kedatangannya dengan mengatakan bahwa ayah sedang tidur. Walaupun ayah sedang main kartu dengan tetangga lain. Demikianlah keadaannya dalam suatu kelompok sosial masyarakat industri. Mereka menciptakan suatu interaksi tersendiri. Mereka menciptakan kebiasaan-kebiasaan tersendiri yang dipatuhinya, dan kebiasaan itu mereka pegang teguh, sebagai landasan dalam mereka bertindak bersama. Kesimpulan Dari penjelasan dapat dikatakan bahwa sosiologi industri sebagai suatu cabang ilmu sosial, tidak akan memutlakan suatu kebenaran sosial. Artinya para ahli sosilogi diwajibkan senantiasa harus selalu siap meneliti ulang setiap fakta yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat industri akan senantiasa mengalami suatu perubahan yang cepat dan mendadak sesuai teknologi yang diterapkan dalam maysrakat itu. Perubahan yang begitu cepat mempunyai pengaruh langsung terhadap keluarga dan masyarakat. Hubungan keluarga yang statis dan harmonis kini menjadi kacau karena pimpinan keluarga yaitu ayah atau ibu harus membanting tulang bekerja di pabrik siang dan malam, dan anak anak mereka terlantar. Faktor inilah yang menyebabkan kriminalitas anak anak meningkat dari tahun ke tahun. Disinipula sosiologi industri, selaku cabang ilmu terapan, tidak seperti ilmu falsafah yang ingin menjelaskan kepada setiap anggota kelompok masyarakat, nilai-nilai hidup yang harus diikuti atau cara bagaimana anggota kelompok itu harus berprilaku; tetapi hanya sekedar ingin menggambarkan senyata mungkin apa yang sedang dikerjakan, atau apa yang sedang terjadi dalam kelomopok masyarakat industri tersebut. Sosiologi Agama Sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang perilaku sosial ditinjau dari kecenderungan individu dengan individu lain, dengan memperhatikan simbol-simbol interaksi. Agama dalam arti sempit ialah seperangkat kepercayaan, dogma, pereturan etika, praktek penyembahan, amal ibadah, terhadap tuhan atau dewa-dewa tertentu. Dalam arti luas, agama adalah suatu kepercayaan atau seperangkat nilai yang minmbulkan ketaatan pada seseorang atau kelompok tertentu kepada sesuatu yang mereka kagumi, cita-citakan dan hargai. Adapun kalau kedua istilah “sosiologi” dan “agama” digabungkan maka memiliki beberapa definisi berikut: - Sosiologi agama adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat atau perbedaan masyarakat secara utuh dengan berbagai sistem agama, tingkat dan jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat dan sistem keagamaan yang berbeda. - Sosiologi agama adalah studi tentang fenomena sosial, dan memandang agama sebagai fenomena sosial. Sosiologi agama selalu berusaha untuk menemukan pinsip-prinsip umum mengenai hubungan agama dengan masyarakat. - Sosiologi agama adalah suatu cabang sosiologi umum yang mempelajari masyarakat agama secara sosiologis guna mencapai keterangan-keterangan ilmiah dan pasti, demi kepentingan masyarakat agama itu sendiri dan masyarakat luas pada umumnya. Sosiologi agama menjadi disiplin ilmu tersendiri sejak munculnya karya Weber dan Durkheim. Jika tugas dari sosiologi umum adalah untuk mencapai hukum kemasyarakatan yang seluas-luasnya, maka tugas dari sosiologi agama adalah untuk mencapai keterangan-keterangan ilmiah tentang masyarakat agama khususnya. Masyarakat agama tidak lain ialah suatu persekutuan hidup (baik dalam lingkup sempit maupun luas) yang unsure konstitutif utamanya adalah agama atau nilai-nilai keagamaan. Jika teologi mempelajari agama dan masyarakat agama dari segi “supra-natural”, maka sosiologi agama mempelajarinya dari sudut empiris sosiologis. Dengan kata lain, yang akan dicari dalam fenomena agama itu adalah dimensi sosiologisnya. Sampai seberapa jauh agama dan nilai keagamaan memainkan peranan dan berpengaruh atas eksistensi dan operasi masyarakat. Lebih konkrit lagi, misalnya, seberapa jauh unsur kepercayaan mempengaruhi pembentukan kepribadian pemeluk-pemeluknya; ikut mengambil bagian dalam menciptakan jenis-jenis kebudayaan; mewarnai dasar-dasar haluan Negara; memainkan peranan dalam munculnya strata (lapisan) sosial; seberapa jauh agama ikut mempengaruhi proses sosial, perubahan sosial, fanatisme dan lain sebagainya. Menurut Keith A. Roberts, sasaran (objek) kajian sosiologi agama adalah memfokuskan kajian pada: 1). Kelompok-kelompok dan lembaga keagamaan, yang meliputi pembentukannya, kegiatan demi kelangsungan hidupnya, pemeliharaannya dan pembaharuannya. 2). Perilaku individu dalam kelompok-kelompok tersebut atau proses sosial yang mempengaruhi status keagamaan dan perilaku ritual. 3). Konflik antar kelompok, misalnya Katolik lawan Protestan, Kristen dengan Islam dan sebagainya. Kesimpulan Bagi sosiologi, kepercayaan hanyalah salah satu bagian kecil dari aspek agama yang menjadi perhatiannya. Bila dikatakan bahwa yang menjadi sasaran sosiologi agama adalah masyarakat agama, sesungguhnya yang dimaksud bukanlah agama sebagai suatu sistem (dogma dan moral), tetapi agama sebagai fenomena sosial, sebagai fakta sosial yang dapat dilaksanakan dan dialami oleh banyak orang

Komentar